belajarexceladmin.id

Bagian 3 dari 4 · Slip Gaji Lengkap

Rumus Hitung PPh 21 Karyawan Sederhana di Excel

Tarif dan kategori PPh 21 diatur pemerintah dan bisa berubah. Artikel ini menunjukkan caranya lewat tabel tarif contoh — ganti angka di tabelmu dengan tarif resmi terbaru sebelum dipakai untuk penggajian sungguhan.

1. Prinsipnya: satu tabel tarif, dicari pakai VLOOKUP

Cara PPh 21 bulanan dihitung sekarang berbasis tarif efektif: gaji bruto bulanan langsung dikalikan satu persentase tarif, dan persentase itu ditentukan dari bracket penghasilan (dan kategori status, misalnya lajang/menikah/jumlah tanggungan). Ini jauh lebih gampang dibuat di Excel dibanding menghitung manual per lapis pajak.

2. Buat tabel tarif referensi

Di sheet terpisah (misal "Tarif"), buat tabel batas bawah penghasilan dan tarifnya, diurutkan dari kecil ke besar:

AB
1Batas Bawah Gaji BrutoTarif
200%
35.400.0000,5%
46.200.0001,5%

(Angka di atas cuma contoh susunan bracket, bukan tarif resmi terbaru — sesuaikan dengan tabel TER dari aturan yang berlaku.)

3. Rumus di kolom gaji karyawan

Anggap Gaji Kotor di kolom B, dan tabel tarif di Tarif!A:B. Kolom Tarif PPh 21 (C2):

=VLOOKUP(B2,Tarif!A:B,2,TRUE)

Parameter terakhir TRUE penting — artinya VLOOKUP mencari batas bawah terdekat di bawah gaji karyawan, bukan mencari angka yang sama persis. Lalu kolom PPh 21 Bulanan (D2):

=B2*C2

4. Contoh hasilnya

Gaji kotor Budi Rp5.700.000 masuk bracket "≥5.400.000", jadi tarifnya 0,5%:

ABCD
1NamaGaji KotorTarif PPh 21PPh 21 Bulanan
2Budi5.700.0000,5%28.500

5. Template siap pakai

Template Excel untuk kasus ini sudah jadi bagian dari template gabungan "Slip Gaji Lengkap" — rumus dan format sudah aktif, tinggal isi data sendiri.

Unduh Template Excel (.xlsx) ↗

Ini baru 1 dari 6 template Payroll & Absensi. Mau semuanya digabung jadi 1 file siap pakai?

Kit Payroll & Absensi Lengkap — Segera hadir